<pre><pre>Kapan & Di Mana Saya Dapat Melakukan Tes Cepat Mandiri?

Munculnya pandemi COVID-19 yang masih belum mereda di Indonesia membuat orang ingin memeriksa status kesehatan mereka. Banyak yang bahkan membeli tes cepat yang dijual online untuk melakukan tes secara mandiri. Apakah Anda perlu melakukannya? tes cepat secara mandiri? Bisakah itu dilakukan sendiri?

Tes cepat adalah tes skrining awal untuk mendeteksi antigen dan antibodi yaitu IgM dan IgG yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Tipe tes cepat lebih sering ditemukan bahwa mendeteksi antibodi melalui sampel darah. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh sebagai respons jika ada paparan virus korona. Pembentukan antibodi membutuhkan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu, dipengaruhi oleh faktor usia, status gizi, tingkat keparahan penyakit, konsumsi obat sebelumnya, dan penyakit sebelumnya yang dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Hasil tes cepat positif menunjukkan bahwa orang yang diperiksa telah terinfeksi virus Corona. Namun, orang yang sudah terinfeksi virus Corona dan memiliki virus di tubuhnya dapat memperoleh hasil tes cepat yang negatif karena tubuh belum membentuk antibodi terhadap virus Corona. Acara ini juga dikenal sebagai salah negatif, Oleh karena itu jika hasilnya negatif maka pemeriksaan tes cepat perlu diulang 7-10 hari setelah itu. Jika hasil tes Anda positif, Anda tidak perlu panik dulu, ada juga acara salah positif karena tes cepat mendeteksi antibodi untuk jenis coronavirus lain, bukan yang menyebabkan COVID-19. Jadi inspeksi tes cepat ini hanya digunakan sebagai tes skrining atau skrining awal daripada pemeriksaan untuk mendiagnosis infeksi COVID-19. Tes yang dapat menentukan apakah seseorang positif terinfeksi virus, adalah suatu pemeriksaan reaksi berantai polimerase (PCR) karena pemeriksaan ini dapat mendeteksi virus Corona secara langsung.1,2

Perlu tahu, tes cepat hanya dilakukan untuk orang yang berisiko tertular COVID-19. Sehingga tidak semua orang perlu melakukan inspeksi ini. Tes cepat Corona direkomendasikan untuk:

  • Orang tanpa gejala (OTG), terutama mereka yang telah melakukan kontak selama setidaknya 7 hari dari pasien positif COVID-19.
  • People In Monitoring (ODP), yaitu seseorang yang mengalami demam (³38HaiC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, pilek dan sakit tenggorokan dan dalam 14 hari terakhir sebelum gejala muncul, memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di daerah transmisi lokal baik di luar negeri maupun di luar negeri. di dalam negeri.
  • Pasien Di Bawah Pengawasan (PDP), yaitu seseorang dengan demam (³38HaiC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, pilek, gejala pneumonia ringan hingga berat dan dalam 14 hari terakhir sebelum gejala muncul, memiliki riwayat bepergian atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun di dalam negeri.
  • Profesional yang memerlukan kontak dengan banyak orang seperti petugas kesehatan, polisi, petugas kurir tentara, dan lainnya.2

Meskipun prosedurnya terlihat mudah dan kit pemeriksaan dapat diperoleh secara online, pemeriksaan tes cepat masih harus dilakukan di bawah pengawasan petugas kesehatan karena setelah pengambilan sampel, perlu mencatat dan melaporkan kasus sesuai dengan pedoman manajemen COVID-19 yang berlaku di Indonesia. Selain itu, petugas kesehatan juga dapat mengarahkan apa yang perlu dilakukan setelah mendapatkan hasil pemeriksaan. Kit tes cepat tidak semua orang yang beredar bebas memenuhi standar yang diakui oleh pemerintah Indonesia. Ketika pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan alat yang tidak valid, hasilnya dapat muncul. negatif palsu tinggi, ini bisa sangat berbahaya. Orang yang menerima hasil negatif palsu mungkin merasa tidak terinfeksi sehingga mereka tidak mencegah penyebaran virus Corona. 2,3

Pemeriksaan tes cepat yang masih direkomendasikan untuk dilakukan di fasilitas kesehatan seperti pusat kesehatan dan rumah sakit umum dan swasta. Selain ke rumah sakit, untuk mengurangi paparan kuman, periksa tes cepat sekarang juga dapat dilakukan melalui bantuan aplikasi kesehatan dan juga mendorong melalui pemeriksaan seperti layanan yang mereka miliki ProSehat. Dengan bantuan aplikasi kesehatan, Anda dapat membuat penjadwalan tes cepat pertama jadi Anda tidak perlu repot mengantri. Pengambilan sampel juga sering menggunakan metode drive melalui sehingga Anda tidak perlu keluar dari mobil. Pemeriksaan ini tentu saja juga masih dilakukan di bawah pengawasan dan arahan tenaga kesehatan.

Selain itu, bagi Anda yang membutuhkan informasi kesehatan lain atau membutuhkan produk kesehatan, Anda dapat mengaksesnya www.prosehat.com atau instal aplikasi ProSehat atau dapat memanggil nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Tel / SMS / WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

Ditulis oleh: Erika Gracia

BIBLIOGRAFI

  1. Nasihat tentang penggunaan tes imunodiagnostik di tempat perawatan untuk COVID-19 [Internet]. Tersedia dari: https://www.who.int/news-room/commentaries/detail/advice-on-the-use-of-point-of-care-immunodiagnostic-tests-for-covid-19
  2. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Coronavirus (COVID-19). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020
  3. Azizah KN. Marak Tes cepat Corona Mandiri, Bisakah Anda Melakukannya Sendiri? [Internet]. detikHealth. Tersedia dari: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4977547/marak-rapid-test-corona-mandiri-can-d Do- sendirian

Posting Kapan & Di Mana Bisa Swa-Tes Cepat? muncul pertama kali di ProSehat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here