<pre><pre>Perawatan Gigi dan Mulut Selama Kehamilan, Apakah Ini Aman?

Kita tahu bahwa kondisi kesehatan seorang wanita hamil sangat memengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan serta kesehatan janin di dalam rahimnya. Tidak terkecuali dengan kesehatan mulut. Kondisi kesehatan mulut yang buruk dianggap dapat memicu kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah. Di Indonesia, kesadaran ibu hamil tentang kesehatan mulut masih cukup rendah, yang juga disebabkan oleh rasa takut pergi ke dokter gigi dan mitos tentang bahaya perawatan gigi untuk janin. Secara ilmiah, apakah aman untuk merawat gigi selama kehamilan? Apakah akan membahayakan janin?

Ada banyak masalah gigi dan mulut yang bisa timbul selama kehamilan. Di antaranya adalah karies gigi (gigi berlubang), karang gigi dan gingivitis, penyakit jaringan periodontal inflamasi, dan tumor gusi jinak. Bakteri dari rongga dapat dibawa oleh aliran air liur dan darah ibu ke janin dan dapat meningkatkan risiko gigi dari janin yang terpapar karies dini. Selain itu fluktuasi kadar hormon pada ibu hamil mempengaruhi kondisi gusi sehingga gusi ibu hamil dapat terlihat bengkak, memerah, dan mudah berdarah seperti pada peradangan. Gigi juga bisa goyah dan sulit digunakan untuk dimakan. Dalam beberapa kasus benjolan dapat muncul pada gusi yang membulat, merah dan licin. Kondisi ini biasanya akan secara bertahap mereda setelah proses pengiriman.

Perawatan dan perawatan gigi selama kehamilan menurut dokter gigi Early Hospital Bros

Inspeksi atau penyaringan rutinitas gigi dan mulut sangat aman dilakukan sepanjang usia kehamilan. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi gejala dan tanda-tanda awal penyakit gigi dan mulut sebelum memburuk. Rongga pada dasarnya aman untuk dilakukan kapan saja tetapi disarankan untuk melakukannya dari awal hingga pertengahan kehamilan dan pada waktunya mengunjungi yang tidak terlalu panjang. Ini memperhitungkan kondisi kesehatan dan perut ibu hamil yang memungkinkannya untuk duduk kursi gigi.

Perawatan gigi selama kehamilan harus mempertimbangkan usia janin. Untuk perawatan invasif seperti pembersihan karang gigi dan pencabutan gigi, hal itu aman dilakukan setelah usia kandungan memasuki trimester kedua dan kondisi umum wanita hamil yang sehat dan normal. Penanganan sakit gigi dan gusi dapat dilakukan dengan memberikan obat, baik obat antibiotik maupun anti nyeri. Kelompok obat yang aman untuk dikonsumsi dalam perawatan gigi selama kehamilan diklasifikasikan dalam kategori "B". Amoksisilin, terlepas dari riwayat alergi individu, adalah jenis antibiotik yang paling aman dikonsumsi oleh wanita hamil, sedangkan untuk kelas antibiotik lain masih sedikit informasi tentang keamanan konsumsi pada wanita hamil. Obat anti nyeri atau analgesik yang aman untuk wanita hamil adalah parasetamol dan aspirin.

Kesimpulan dalam melakukan perawatan gigi selama kehamilan harus mempertimbangkan usia janin, kondisi kesehatan umum ibu, dan juga kemungkinan lamanya waktu perawatan di kursi gigi. Tiga hal ini jika memenuhi persyaratan keamanan. Maka perawatan gigi bisa dilakukan pada ibu hamil. Namun, ada baiknya jika sebelum hamil rutin pemeriksaan dan perawatan ke dokter gigi. Terutama sebelum menjadi penyakit gigi dan mulut di pertengahan kehamilan, karena pencegahan lebih baik daripada mengobati.

Yang diwawancarai:
drg. Abyan Teguh Saputro
Rumah Sakit Dokter Gigi Dini Bros Bekasi Utara

Ilustrasi gambar oleh Ryan Crotty

Artikel terkait:

  • Pemutihan Gigi
  • Jangan anggap enteng sebagai sakit gigi
  • Karies Gigi Karena Kebiasaan Buruk

Pos Perawatan Gigi dan Mulut Selama Kehamilan, apakah aman? muncul pertama kali di RS Awal Bros.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here