<pre><pre>Workshop Pertama untuk Pengembangan Apoteker Fungsional dan Asisten Apoteker

B A L I – Sekretaris Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, drg. Arianti Anaya, MKM telah membuka dan menyambut pertemuan tersebut Bengkel Pengembangan Posisi Fungsional Apoteker dan Asisten Apoteker yang pertama dan diadakan di Hilton Garden Inn Bali Hotel dari 4 hingga 6 September 2019. Peserta bengkel berasal dari 34 Provinsi yang terdiri dari perwakilan Departemen Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Provinsi, perwakilan dari Tim Penilai Fungsional Apoteker / Asisten Apoteker, dan Jabatan Fungsional Apoteker / Asisten Apoteker.

Pelaksanaan pertemuan ini diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang dalam rangka melaksanakan cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara sebagaimana dinyatakan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. perlu untuk membangun ASN yang memiliki integritas, profesionalisme, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik KKN, dan mampu memberikan layanan publik kepada masyarakat dan dapat memainkan peran sebagai elemen perekat dari persatuan dan integritas nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemerintah menargetkan 25% ASN pada tahun 2024 akan diisi oleh anak-anak terbaik bangsa. Pintar ASN memiliki 8 karakteristik, yaitu integritas, nasionalisme, profesionalisme, pandangan global, penguasaan teknologi informasi dan bahasa asing, keramahan, memiliki jaringan yang luas, dan memiliki jiwa wirausaha.

Peserta bengkel dilengkapi dengan wawasan dari berbagai sumber termasuk Ketua Komite Farmasi Nasional, Direktur Kantor Dewan Nasional BKN, Kepala Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala Pengembangan Posisi Fungsional Kesehatan, Kepala Posisi Fungsional Personil Fungsional SDM KemenPAN, Kepala Divisi Personalia dan Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Ibu Dra. Chusun, M.Sc., Apt. dan Ny. Dra. R. Kurniasih, M.Pharmn., Apt. sebagai Tim Penyusun Peraturan Posisi Fungsional Apoteker PermenPAN dan Asisten Apoteker. Selain itu, acara ini merupakan perwujudan dari Peraturan Menteri Kesehatan No. 60 Tahun 2016 tentang Pengembangan Posisi Fungsional Kesehatan dan Posisi Fungsional Non-Kesehatan di Kementerian Kesehatan, yang menyatakan bahwa Sekretariat Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Medis Perangkat adalah unit fungsional dari Apoteker dan Asisten Apoteker.

Di bengkel Peserta ini mempelajari metode menghitung dan merumuskan pembentukan posisi fungsional kesehatan dan menyusun dan mengevaluasi nomor kredit posisi fungsional untuk Apoteker dan Asisten Apoteker, juga menguji penerapan SEPAKAT (Sistem Elektronik untuk Penyiapan Nomor Kredit Apoteker dan Asisten Apoteker) yang akan memfasilitasi proposal kredit dan mempercepat penilaian proses, sehingga sebagai ASN dan petugas kesehatan, pejabat fungsional Apoteker dan Asisten Apoteker tidak hanya dituntut untuk mendukung diri mereka sendiri sebagai ASN pintar, tetapi juga harus berkontribusi pada penciptaan sumber daya manusia yang unggul dengan memainkan peran mereka dalam mendukung program prioritas kesehatan.

Di akhir acara Bengkel Pengembangan Posisi Fungsional Apoteker dan Asisten Apoteker ada beberapa rencana tindak lanjut yang disetujui dan ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan dengan perwakilan dari masing-masing pemegang jabatan fungsional di kantor kesehatan provinsi, kota, dan puskesmas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here